Kamis, 01 Oktober 2015

Observasi Kucing peliharaan

Banyak sekali hal yang bisa kita observasi bisa dari hewan, tumbuhan, dll
Saya akan memostingkan hasil observasi orang lain yang berjudul Kucing.

berikut hasil obserpasi tersebut:


Kucing  adalah jenis hewan mamalia dari keluarga felidae. Hewan ini juga termasuk kedalam golongan karnivora yakni hewan pemakan daging.

Kucing dapat dikelompokan menjadi dua, yakni kucing besar dan kucing rumahan. Kucing besar diantaranya harimau, singa, cheetah, dan lain sebagainya. Sementara kucing rumahan adalah jenis yang sangat populer sebagi hewan peliharaan.

Kucing rumahan dapat mencapai tinggi  45 cm, panjang 60 cm, dan berat 16 kg. Selain itu kucing memiliki taring yang runcing serta cakar yang dapat ditarik dan dikelurkan sesuai kebutuhan. Penglihatan hewan ini juga sangat baik.

Kucing jenis ini juga termasuk hewan penyendiri dimana masing-masing kucing memiliki daerah sendiri. Bila ada kucing asing yang masuk biasanya akan terjadi perkelahian singkat. Kucing yang sedang berkelahi akan menegakan rambut tubuhnhya dan melengkungkan tubuhnya agar tampak lebih besar. Serangan biasanya berupa tamparan, cakaran, dan gigitan. Jantan yang aktif umunya akan sering terlibat perkelahian.

Kucing peliharaan biasanya tidak akan berbahaya karena selalu dimanjakan oleh majikannya sendiri.

Nah itulah hasil observasi yang berjudul kucing semoga bermanfaat bagi kalian para pembaca.

Pengertian Observasi dan jenis jenisnya

Pertama tama saya akn menjelaskan pengertian obserpasi.
Pengertian Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis dan sengaja, yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan gejala-gejala yang diselidiki.

Pengertian Observasi dalam Arti Sempit adalah mengamati secara langsung terhadap gejala yang ingin diselidiki.
Pengertian Obsevasi dalam Arti Luas adalah mengamati secara langsung dan tidak langsung terhadap gejala-gejala yang diselidiki.

Dari pengertian observasi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Pengertian Observasi adalah proses mengamati tingkah siswa dalam suatu situasi tertentu. Situasi yang dimaksud dapat berupa situasi sebenarnya atau alamiah, dan juga situasi yang sengaja diciptakan atau eksperimen.

Dalam melakukan observasi kita harus memperhatikan dengan teliti objek yang akan diteliti. Satu sampel yang kita ambil belum bisa dijadikan sebagai kesimpulan dari penilitian, oleh karena itu diperlukan banyak objek penelitian sebagai pembanding dalam melakukan observasi.

Alat pengumpul data yang bisa dipergunakan dalam melakukan observasi ialah dengan menggunakan catatan anekdot atau lebih populer disebut blanko observasi. Blanko observasi dapat digunakan oleh pembimbing sebagai alat pembantu dalam mencatat dan mendeskripsikan tingkah laku siswa yang sedang diamati.

|Adapun Jenis Jenis Observasi |

Jenis Jenis Observasi menurut Marie Jahoda, sebagai berikut.
1.  Observasi Partisipasi
Observasi partisipasi merupakan salah satu dari jenis jenis observasi. Observasi partisipasi pada umumnya dipergunakan untuk penelitian yang bersifat eksploratif. Suatu observasi disebut observasi partisipasi bia observer turut mengambil bagian dalam kehidupan observasi.

2. Observasi Sistematik
Observasi sistematik merupakan salah satu dari jenis jenis observasi. Observasi sistematik biasa disebut dengan observasi berkerangka. Sebelum mengadakan observasi terlebih dahulu dibuat kerangka mengenai berbagai faktor dan ciri ciri yang akan diobservasi.

3. Observasi Eksperimental
Observasi eksperimental merupakan salah satu dari jenis jenis observasi. Observasi eksperimental memiki ciri ciri sebagai berikut : (1) situasi yang dibuat sedemikian rupa sehingga observasi tidak mengetahui maksud diadakannya observasi, (2) dibuat variasi situasi untuk menimbulkan tingkah laku tertentu, (3) observasi dihadapkan pada situasi yang seragam, (4) situasi ditimbulkan atau dibuat sengaja, (5) faktor-faktor yang tidak diinginkan pengaruhnya dikontrol secermat mungkin, dan (6) segala aksi-reaksi dari observasi dicatat dengan teliti dan cermat.